MWC NU Pantar Barat Gelar Rukyatul Hilal Awal Ramadan 1447 H, Hilal Tidak Terlihat
![]() |
| MWC NU Pantar Barat Lakukan Ru'yatul Hilal |
![]() |
Berdasarkan data hisab yang diperoleh, ketinggian hilal pada saat matahari terbenam berada di kisaran minus 1 derajat di bawah ufuk. Dengan posisi tersebut, hilal secara astronomis tidak mungkin terlihat karena masih berada di bawah horizon. Hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan bahwa hilal tidak dapat dirukyat pada waktu pengamatan.
Dengan kondisi hilal yang berada di bawah ufuk, maka secara hisab nasional disimpulkan bahwa awal Ramadan 1447 H diperkirakan tidak dapat ditetapkan pada hari berikutnya. Oleh karena itu, diberlakukan metode istikmal, yaitu menyempurnakan bulan Syakban menjadi 30 hari. Berdasarkan perhitungan tersebut, awal puasa Ramadan diperkirakan jatuh pada hari Kamis.
Ketua MWC NU Kecamatan Pantar Barat, Zainul Afandi, menyampaikan bahwa kegiatan rukyatul hilal ini merupakan bagian dari tradisi keagamaan sekaligus bentuk kepatuhan terhadap tuntunan syariat. “Kami melaksanakan rukyatul hilal sebagai ikhtiar bersama. Secara data, hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tidak mungkin terlihat. Namun, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah,” ujarnya.
Zainul Afandi juga mengimbau masyarakat Pantar Barat untuk tetap menjaga ketenangan dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia berharap masyarakat dapat menyikapi perbedaan dengan bijak serta menjaga ukhuwah dan persatuan dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
Pewarta: Khabib
Editor: Hadi
Foto: Khabib


Tidak ada komentar